Waktu Yang Mendewasakan
Kurajut hari-hari sedemikian tampak sempurna
Kutitip indah makna hati pada setiap waktu yang berlalu
Hampa dan kadang senyap itu menerpa di lubuk pikiran
Kembali aku melangkah, dan terus melangkah
Menumpahkan segala asa yang ada didalam dada
Aku yang berdiri disini dengan gagahnya
Memandang jauh dalam keloknya misteri kehidupan
Ada pilar-pilar kehidupanku tergambar di cermin yang dipampangkan
Kumelangkah, ku terduduk, berdiri, kemudian ku berlari dan melompat
Ingin kuterjang sekat waktu yang menghalang saat kudekap masa depan
Biarlah hujan yang meluncur deras
Biarkan angin yang bertiup kencang diantara sela-sela dedaunan
Jalanan yang berpasir dan tembok kokoh yang terdiam
Semakin kupacu langkah kaki ini melalui semak dan duri tajam
Kutantang waktu
Kuberdiri terpaku, menghindari lalang yang mungkin kan menyibak
Dalam tirai kisah hidupku ini hai insan
Yang tersurat dari Sang Penciptaku, telah tergambar sebagai baik buruknya garis tanganku
Saat tawa lepas bebas
Sesaat debur ombak pantai yang membuncah menggoda batin
Ada keyakinan yang tak kan pernah pudar
Semua berlalu namun ku tetap tegak memburu
Napas tersengal, jantung berdetak tak teratur, keringat menetes membasahi
Oh ,sebuah perjalanan waktu yang semakin mendewasakan
Membuat sepercik asa menjadi seberkas cahaya silau memancar
Kupanjat ,kuterobos ,kudekap, kupeluk, kubisikkan padanya
Ini aku yang berhasrat dalam harap
Waktu, datanglah dan kemudian engkau berlalu
Adakah yang kau rasakan apa yang kurasakan hai waktu ?
Waktu, saat kau kemudian berlalu dengan sejuta ceritamu
Sampaikanlah asa batinku, kutitipkan angan cintaku padamu
Bawalah, bawa jauh pergi tinggalkan kenangan yang indah disini
Ku tetap kuat, tak akan menangis ,berpantang sedih
Engkau berlalu, sang waktu lain hadir kembali menyambut hatiku
Hei, ini sang pribadi penantang pemburu waktu
Jangan lari sebab aku kan datang mengejarmu
Ingin kubisikkan curahan rindu terdalam
Padamu sang alam yang tegak menantang zaman
Gambarkan dan lukiskan segala bentuk goresan hati yang dalam
Wujudkan dalam riak-riak gejolak batin yang ingin kau nyatakan
Bangkitlah, raih asaku dalam pernyataan waktumu
Jangan pergi, sebelum malam meninggi
Kunanti balasan bimbangku ,saat waktu telah berlalu
Dia kan datang dan sampaikan nanti
Saat pagi telah tiba menjemput impian insan yang masih melaju
Disemua buai waktu
** Tentang puisi : Tantangan lomba menulis di blog 10 Juni - 10 Juli 2022

Komentar
Posting Komentar