Marah


Kenapa
Muncul keadaan itu
Mata melotot
Bibir semakin menyudut
Pipi merona merah
Yang tampak hanya kecemberutan
Sepanjang masa itu
Alasan yang kadang dinyatakan
Atau malah dipendam
Jadi tak menentu
Yang salah tidak merasa
Yang benar merasa benar
Amarah terus berlanjut
Hingga keujung duka
Airmatapun akhirnya mengalir
Untuk menyimpulkan amarah

Janganlah timbulkan amarah 
Yang membabi buta
Tak guna hanya ada penyesalan
Sesaat tersadar atas yang terjadi semua
Perasaan itu dapat musnah ataupun tidak
Kiranya tidak menjadi duka mendalam
Yang tak termaafkan
Biarlah segala persoalan
Selesaikan dengan hati dan kepala dingin
Pupuk perdamaian
Supaya tercipta keluhuran

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tamu

Duka

Bunuh Diri