Diam


Diam seperti bisu
Tak berkutik sama sekali
Hanya menatap kosong dan hampa
Wajah melemah semakin tak berdaya
Ragu menumpuk berkumpul
Semangat hidup telah tiada
Kasihan

Masih terdiam
Bagai patung tak bergerak
Impian tak dapat diraih
Kemauan yang sulit tuk ditanggapi
Yang ada hanya hening dan suasana hampa
Mengapa mulutku seperti bisu
Mengapa tatapanku kosong
Bulir-bulir airmatapun telah jatuh
Ku masih tetap terdiam
Diam seribu bahkan sepuluhribu bahasa

Bagai es yang membeku
Sulit tuk dicairkan
Netralkanlah diam ini
Supaya suasana tak kacau balau
Tak sebabkan kehancuran hati
Kerusakan perasaan
Bahkan puing-puing hati yang berserakan
Diam itu bisa emas 
Namun diam dapat menjadi palsu
Jika penuh dengan kebohongan
Yang merasuk didalam kalbu

Kubenci dengan kata diam
Bagai sampah yang berserakan
Ingin kubuang dan kumusnahkan
Agar diam itu tidak ada didalam pikiran
Hiduplah penuh dengan sejuta arti
Adakalanya sedih merasuk hingga terdiam
Namun jangan terbujuk kaku
Akhirnya diam
Biarkan diam itu pergi diganti ungkapan perasaan
Yang bersih dan suci 
Dari dalam hati
Aamiin 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tamu

Duka

Bunuh Diri