Senyum tersungging Suara menyapa Tanya menyeruak Ada senyum, cerita dan ulasan disana Bagai berbalas pantun Tercipta tegur sapa Ya dan tidak Tanya dan pernyataan Terkuak dan terbuka Kebersahajaan Ada ketegasan Naik turun laju masa canda Ingin ditutup dan diakhiri Masih ada dan saling beradu Pada kata yang masih menyambung Ke permukaan yang terbentang disana Disisiku dan didepan ujung permainan Hingga semua menjadi pasti dan tak penuh tanya Akhiri dengan baik dan salam kecup
Jika ku berduka Tentu hatiku sedang sedih Ada perasaan trenyuh Ada yang berakhir air mata Hingga tiba saatnya Air mataku deras mengalir Karena sesuatu Tentang itu yang ada di masa lalu, kini atau nanti Selalu terbayang, merenung atau melamun Sedihpun datang Ada alasan kuat Yang buat hati dan perasaan Bersedih, menangis, galau, kacau Sekacau-kacaunya Ku diam akhirnya Bersujud dan mengadu kepadaNya Atas segala kesedihan yang melanda hati Semoga Dia Tuhan yang empunya segalanya Si pemilik hatiku Yang selalu ada siang atau malam Terimakasih Tuhan Atas penghiburan yang Kau bri
Kelemahan Ketakberdayaan Keputusasaan Telah membawa kedalam hal yang sangat bodoh Sangat konyol Akhiri hidup sendiri, saat pencipta bahkan tak menginginkannya Nyawa melayang ,lenyap Hanya dalam sekejap Apakah memang itu yang kau inginkan Sungguh miris Rendah sekali harga diri Karena tindakan tak bermakna itu Iblis yang bersaksi Dengan tawa yang tanpa perasaan Telah menghasut orang lemah hingga bunuh diri Betapa tak habis pikir Sedalam laut penderitaan hidupmu Serahkanlah semua itu kepadaNya Dia yang maha tahu Maha penolong Bergantunglah kepadaNya Serahkanlah diri Pasti mukjizatNya kan datang Didalam hidupku Orang yang selalu percaya akan pertolonganNya Tindakan bunuh diri Sungguh hina di mataNya Tak pernah diinginkanNya Aku ciptaan yang agung Derajat tertinggi dari segala ciptaanNya di muka bumi Jangan karena sebutir kerikil kecil Dosa di hati membuat segudang kehancuran Bertobatlah Sebelum terlambat Didalam hidupmu
Komentar
Posting Komentar